Followers

Visitors

   

Kumpulan prosa ini terdiri dari tiga bagian: Zaman Jepang; Corat-coret di Bawah Tanah; Sesudah 17 Agustus 1945. Masing-masing bagian mencirikan latar waktu pada cerita-cerita yang ada di dalamnya. Kendati demikian, setting penjajah Jepang ada di hampir semua cerita.

Pertama kali dicetak tahun 1948, buku ini merupakan dokumentasi kehidupan rakyat Indonesia pada tahun-tahun sebelum itu. Kendati setiap judul menampilkan para pelaku dan latar tempat yang berbeda-beda, namun semuanya menunjukkan tema yang sama: derita rakyat di masa sekitar kemerdekaan—terutama di bawah kependudukan Jepang. Hal ini kuat terasa mulai bagian kedua.

Dalam Jawa Baru, tergambarkan secara umum kondisi masyarakat Pulau Jawa yang begitu susahnya mendapatkan pangan untuk menyambung hidup. Apa-apa serba mahal, termasuk beras, padahal mereka sendiri yang menghasilkan! Sudah bukan cerita baru lagi kalau orang pada zaman itu berbaju karung goni—bahkan tak berbaju. Demikian menderitanya mereka pada masa sekitar kemerdekaan ini, sampai-sampai Tuhan pun diragukan.

0 comments

Post a Comment