Followers

Visitors

   

Berbicara kelamin dalam dunia sastra, kita akan terbawa pada ambivalensi etika dan estetika. Disinilah sejatinya letak permasalahan sastra kelamin. Apakah yang ditulis Djenar sebatas seksplorasi ataukah sebuah aliran baru dunia sastra (sastra kelamin)?

Pembaca akan dibawa pada virginitas seorang Djenar. Gaya repetitif yang tergambar jelas pada Jangan Main-main (dengan kelaminmu) merupakan bentuk pengungkapan yang mengasyikkan. Sebuah masalah diulang pengungkapannya oleh empat orang dengan sudut pandangnya masing-masing. Cerita-cerita lain juga mengunakan gaya repetitif, hanya saja yang paling kental ada pada Jangan Main-main (dengan kelaminmu).

Selain masalah kelamin, kumpulan ini juga memuat tema-tema seperti moral, dan masalah humaniora yang lain. Bahasa eksperimental yang mendukung menjadikan buku kumpulan cerpen ini enak dibaca siapa saja. Baik dari kalangan yang berkecimpung secara serius dalam kesusastraan sebagai kajian maupun yang sekedar easy going.

0 comments

Post a Comment