Followers

Visitors

   

Wahai Langit, tanyakan pada-Nya. Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini, begitu rapuh dan mudah terlukam saat dihadapkan dengan duri-duri cinta. Begitu kuat dan kokoh, saat berselimut cinta dan asa. Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini, mengisi kekosongan di dalamnya, menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih, menimbulkan segudang Tanya, menghimpun berjuta asa, memberikan semangat, juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira. Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa, menghimpit bayangan, menyesakkan dada. Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa

Kukepakkan SAYAP-SAYAP PATAH-ku, mengikuti hembusan angin yang berlalu.  Menancapkan rindu di sudut hati yang beku. Dia retak, hancur bagai serpihan cermin, berserakan sebelum hilang di terpa angin.

Sambil terduduk lemah, kucoba kembali mengais sisa hati bercampur baur dengan debu. Ingin kurengkuh, ku gapai kepingan di sudut hati. Hanya bayangan yang ku dapat. Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya. Tak sanggup kukepakkan kembali sayap ini, Ia telah patah. Tertusuk duri-duri yang tajam.  hanya bisa meratap, meringis, mencoba menggapai sebuah pegangan

0 comments

Post a Comment