Followers

Visitors

   

Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku... sebengis kematian... Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara..., di dalam pikiran malam. Hari ini... aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan... sekecup ciuman.

Duhai SANG PUJAAN, dengarkah ratapan-ratapan jiwaku yang tak pernah jemu melafalkan cinta dan kasih sayang. Duhai pujaanku, raihlah tanganku, lalu dekaplah daku ke dalam kehangatan api cintamu. Bakarlah aku hingga hancur lebur, lumat tanpa bekas, hingga tak ada lagi yang sanggup memisahkanku dari cintamu. Demikianlah cinta suciku, yang tak pernah lekang oleh kemarau dan tak sekalipun luntur oleh penghujan. 


0 comments

Post a Comment