Followers

Visitors

   

Aku mengambang padamu, bersama kita akan menghayati samudera masa, hingga kehidupan yang kedua. Dan fajar pagi akan menghamparkan embun pada sebuah taman kala daku menjelma bayi, dalam dekapam seorang perempuan 

TAMAN SANG NABI yang ditulis oleh Kahlil Gibran beberapa tahun sebelum meninggal, dimaksudkannya sebagai kelanjutan dan pelengkap Sang Nabi, buah penanya yang telah ternit dalam dua puluh bahasa. Wejangan mengenai kebijaksanaan yang universal, dan renungan mistis yang menyusup ke segala dimensi alam besar, dijalin oleh Gibran dalam untaian kalimat yang puitis, laksana lukisan taman yang indah, damai dan bening : Taman Sang Nabi.

0 comments

Post a Comment