Followers

Visitors

   

Aku telah menemukan kesenangan dalam sakit. Kesenangan ini dengan segala pengaruhnya, berbeda dari segala kesenangan yang lain. Aku telah menemukan semacam ketentraman yang membuat aku mencintai sakitku. Orang sakit itu selamat dari persaingan manusia, tuntutan, kencan janji, pembicaraan yang ngelantur serta dering telepon. Aku telah menemukan kenikmatan yang lain lewat sakit ini yang lebih penting dan tak ternilai. Aku menemukan diriku lebih dekat kepada hal-hal yang abstrak dalam sakitku ini daripada dalam sehat. Manakala aku meletakkan kepalaku di bantal dan menutup mataku dan melupakan segala urusan duniawi, aku menemukan diriku sedang melayang-layang laksana seekor burung menjelajahi lembah-lembah dan rimba raya yang tentram, yang terbungkus dalam selubung yang lembut. Aku dapatkan diriku akrab dengan mereka yang aku cintai, seraya menyeru dan bercakap dengan mereka, tetapi tanpa marah, dan dengan perasaan seperti yang mereka rasakan, dengan pikiran seperti yang mereka pikirkan. Kadang-kadang mereka meletakkan tangannya pada dahiku untuk memberkati.
Aku ingin menjalani sakitku di Mesir atau di kampung halamanku, agar aku bisa dekat dengan orang-orang yang kucintai. Tahukah kau, May, bahwa setiap pagi maupun senja hari aku merasa seolah diriku berada di sebuah rumah di Kairo, bersama engkau yang duduk di depanku membacakan artikel terakhir yang belum diterbitkan.

0 comments

Post a Comment