Followers

Visitors

   

Sunyi adalah duniaku. Sunyi adalah nasibku. Sunyi dunia tanpa bunyi, tanpa suara. Segalagalanya sunyi.  Bagiku dunia terkembang sama seperti bagimu, Saudaraku.

Engkau kenal suka. Aku pun kenal. Engkau tahu pahit dan manis, aku pun tahu. Engkau senang pada yang lembut, benci pada yang kasar, aku pun begitu. Engkau riang pada yang terang, sepi pada yang gelap, aku pun demikian. Tapi duniaku tidak semuanya sama dengan duniamu, Saudaraku. Duniaku adalah sunyi.

Engkau tidak akan tahu kenapa duniaku mesti sunyi, Saudaraku. Aku juga tidak tahu. Semua orang mengatakan, itulah suratan nasib. Kenapa hidup seperti ini dipilihkan nasib bagiku. Aku tidak tahu. Hanya Tuhanlah yang tahu. Maka terkembanglah duniaku sendiri yang tak dapat kau kenal, dunia tanpa bunyi dan suara. Karena aku tuli dan karenanya pula aku bisu. Kalau aku bisa bercerita padamu sekarang, Saudaraku, adalah suatu keajaiban yang dijalin oleh nasib. Setelah kau selesai membaca kisah ini nanti, kau akan tahu betapa nasib itu telah menjalin semuanya dalam diriku.

0 comments

Post a Comment