Followers

Visitors

   

Salah satu karya sastrawan angkatan 1950-1960, Mochtar Lubis. Cerita yang berawal tenang dan wajar, tentang para penduduk desa yang secara rutin masuk hutan untuk beberapa hari demi menyadap getah karet serta berburu.  Konflik mulai saat seekor harimau kelaparan mengintai rombongan penduduk tersebut dan mengincar mereka. 

Dalam keadaan letih dan ketakutan, ikatan rombongan yang akrab dan tampak damai pun mulai tercabik-cabik rasa curiga dan benci. Perasaan takut bukan hanya karena bahaya harimau yang mengancam, tetapi karena segala beban kesalahan di masa lalu mendadak menghantui dan khawatir mungkin akan dibongkar oleh rekan yang lain (terlebih para warga itu percaya hal klenik bahwa harimau datang untuk menangkap mereka yang memiliki dosa besar). Dari serangakaian pesan moral yang kemudian 'digelar' menjelang akhir cerita, secara singkat mungkin kutipan kalimat dari tokoh Pak Haji ini yang paling mengena: "Sebelum kalian membunuh harimau yang buas itu, bunuhlah lebih dahulu harimau dalam hatimu sendiri

0 comments

Post a Comment