Followers

Visitors

   

Perjalanan cinta seorang perempuan yatim piatu yang cerdas dan mandiri  bernama Vania. Pernikahannya dengan Aries-anak pengusaha ternama- ketika keduanya sama-sama  masih berstatus mahasiswa ternyata tak semulus yang dibayangkan. Mulai dari ketidaksetujuan orang tua Aries, ketidaksiapan Aries hidup sulit, sampai perkosaan yang dilakukan sahabat Aries terhadap Vania, menjadikan kisah cinta Vania dan Aries penuh liku dan perjuangan. Betapapun sulitnya perjalanan cinta yang dialami, ada satu kenangan yang tak sanggup dienyahkan Aries dan Vania sekalipun keduanya memutuskan berpisah.
“Jika aku mencium kakimu mohon ampun, masih adakah harapan untuk membatalkan perceraian kita? Aries sangat mencintai istrinya. Dengan cinta sepanjang sungai Amazon. Selama Sungai Amazon masih mengalir, itu sumpahnya di depan Vania. Cintaku padamu takkan pernah mongering. Tetapi ketika Vania ingkar janji dan menyakiti hati suaminya untuk kedua kalinya, masihkah ada maaf baginya? Karena harga pengkhianatannya kali ini adalah harga sebuah nyawa!”
“Dia tidak banyak berubah. Atau dia berubah. Hanya Aries yang tidak melihat perubahan itu? Karena bagi Aries, dia tak pernah berubah. Sampai kapan pun. Sama abadinya dengan cintanya. Sama abadinya dengan Sungai Amazon”


0 comments

Post a Comment