Followers

Visitors

   

"Akmal telah memilih putusan bijak, yaitu menyeimbangkan tuntutan isi dan bentuk.", demikian komentar —Prof. Dr. Budi Darma tentang kumpulan cerpen ini. Sementara Ahmad Tohari, bapaknya si srintil “Ronggeng Dukuh Paruk berkomentar: “Semua cerpen Akmal ditulis dalam kalimat yang amat efektif dan cerdas. Teknik penyajian dan daya getarnya amat menggugah.”

"Pendek-pendek, jernih tuturan kisah, namun memuat tanya misterius setiap kali membacanya," itulah komentar  Dr. FX Muji Sutrisno SJ. Lain lagi komentar Pak Jaya Suprana, sang kolumnis: "Meski sudah sukses menulis Imperia, Akmal Nasery Basral ternyata memiliki daya dan kesaktian tersendiri untuk menulis cerita-cerita pendek yang enak dan perlu dibaca."

Apa pula komentar Deddy Mizwar tentang buku ini: "Akmal membawa kita ke lorong imajinasi yang terkadang agak gila namun berakhir mengejutkan syaraf. Subhanallah!". Ini komentar Andrea Hirata: "Akmal berhasil membuat konteks-konteks kecil cerita yang menawan dari esensi ide-ide yang sangat besar."

Beberapa komentar lain: "Ceritanya adalah renungan, cermin kenyataan, perjalanan bagi hati dan logika, tak layak dilewatkan." —Syaharani Ibrahim, penyanyi. "Di tengah riuh rendah permainan bahasa, Akmal tampil tak jumawa... Bahasa yang tak angkuh. Alur yang tak bersolek. Justru di sanalah intan ketulusan berdenting sempurna." —Donny Gahral Adian, dosen filsafat UI.

0 comments

Post a Comment