Followers

Visitors

   

Kita hidup di era digital yang serba cepat. Semua orang tergesa-gesa. Semua orang berlari. Kita dipaksa untuk bereaksi cepat ketimbang melakukan refleksi mendalam terhadap apa yang terjadi. Kita terus berpacu tanpa berhenti sejenak untuk memikirkan apa sebenarnya yang kita inginkan dan ke mana kita hendak pergi. Kita terhubung sekaligus kehilangan makna. Kita lebih kenal aktivitas teman nun jauh di sana ketimbang tetangga di sebelah rumah. Orang moderen perkotaan banyak mengeluh tidak cukup waktu dalam menjalani kehidupannya. Keseimbangan antara kerja, keluarga, sosial dan kesehatan terganggu. Pasti ada yang “dikorbankan” dengan dalih kesulitan mengelola waktu. Hidup jadi kehilangan keseimbangan. “I wish I had more time”, adalah uangkapan-ungkapan yang jamak kita dengar.

Buku The Power of Full Engagement: Managing Energy, Not Time, Is The Key to High Performance and Personal Renewal karya Jim Loeke dan Tony Schwartz akan membuka mata kita dalam memahami pola manajemen waktu yang kita kenal selama ini. Mengelola energi (bukan waktu) ternyata adalah kunci menuju kinerja tinggi yang bertahan lama, kesehatan, kebahagiaan dan keseimbangan hidup.

Energi adalah faktor utama tingginya kinerja, bukan waktu. Kita akan berkinerja baik, sehat dan bahagia jika terampil mengelola energi. Untuk mendapatkan energi tinggi dalam menjalani hidup, kita harus menjalaninya dengan keterlibatan penuh (full engagement) dengan menjalin energi yang seimbang antara fisik, emosional, mental dan spiritual. Kita harus membangun kapasitas spiritual, mental dan emosional dengan cara yang persis sama dengan yang kita lakukan untuk membangun kapasitas fisik. Itulah beberapa uangkapan menarik yang bisa kita buktikan dalam buku ini.

0 comments

Post a Comment