Followers

Visitors

   

Ini adalah buku kedua dari tetralogi Andrea Hirata. Ending yang sangat mengesankan. Alurnya bagus, menarik. Tema cerita yang sederhana tapi terbungkus kalimat-kalimat yang penuh makna. Tapi sayangnya ini kurang ada sinergi dengan buku pertama, yang namanya tetralogi kan ada 4 buku, seharusnya ada kesinambungan yang bagus. Laskar Pelangi masih sedikit disebut-sebut, tapi belum mewakili kesinambungan yang bagus. Walaupun demikian, novelnya sangat berkesan dan begitu menggugah
.
Sekelompok anak-anak miskin di kawasan Belitong, bekerja sebagai kuli paling kasar di pelabuhan Belitong agar tetap bisa sekolah. Adalah Ikal, sang penutur cerita sekaligus pemeran utama; Arai, saudara Ikal, seorang simpai keramat atau sebatang kara yang diasuh oleh orang tua Ikal; dan Jimbron, si tambun yang gagap yang punya obsesi kompulsif terhadap kuda. Meskipun nakal dan berandalan, Ikal dan Arai adalah penghuni garda depan, istilah untuk orang-orang yang memiliki top rank di sekolah. Sebagai kaum buruh miskin, mereka memiliki cita-cita yang lebih mirip mimpi daripada cita-cita. Pungguk merindukan bulan.

Tapi anak-anak ini tidak sekedar bermimpi. Mereka termotivasi oleh mimpi-mimpi dan bekerja keras untuk mewujudkannya. Menabung sereceh demi receh hasil dari pekerjaan mereka ke dalam celengan demi untuk mewujudkan cita-cita bersekolah ke Perancis.

0 comments

Post a Comment