Followers

Visitors

   

Novel PERBURUAN berlatarkan masa kependudukan Jepang. Novel ini berkisah tentang nasib orang-orang yang diburu karena telah merancang pemberontakan terhadap Jepang. Adalah Hardo, Dipo, dan Karmin yang menjadi shodanco (Komandan Peleton) PETA yang merancang pemberontakan. Namun sebelum menjalankan aksi, Karmin melakukan pengkhianatan. Hardo dan Dipo beserta pasukannya lantas diburu oleh pemerintahan Nippon.

Semasa dalam perburuan Hardo bertapa bersama Dipo di dalam  suatu  gua. Pada suatu saat Hardo menyamar menjadi pengemis dan mendatangi rumah Ningsih, anak seorang lurah yang menjadi tunangannya. Penyamarannya diketahui Ramli, adik Ningsih, yang langsung memberitahukan kepada emaknya. Merasa dikenali Hardo pergi. Pak Lurah yang pada dasarnya tidak senang dengan halus hendak  memutuskan pertunangan Hardo dengan anaknya lantaran Hardo adalah seorang buruan Nippon. Ia segera melaporkan keberadaan Hardo kepada Nippon.

Akhirnya, Hardo dan teman-teman tertangkap. Mereka dibawa ke rumah pak Lurah. Pada saat yang bersamaan terdengar orang-orang berteriak mengatakan bahwa Nippon telah kalah dari Sekutu, dan Indonesia telah merdeka. Massa yang mengerumun di depan pagar membuat sidokan (Komandan Kesatuan Militer) menjadi kalap dan menarik  parabellumnya dan menembakkan ke orang-orang yang berkermun di depannya. Ningsih tertembak mati, sedangkan Karmin,  yang dianggap pengkhianat hampir saja dipenggal kepalanya oleh Dipo jika tidak dicegah oleh Hardo.

0 comments

Post a Comment